Makalah Vitamin C (IGD)

Vitamin C

PENDAHULUAN

 A. LATAR BELAKANG

Vitamin bukanlah sumber energi,  tetapi vitamin melakukan fungsi regulator (pengatur). Vitamin bekerja sama dengan enzim dalam beberapa reaksi kimia. Vitamin juga penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan reproduksi. Vitamin harus ada dalam tubuh manusia walaupun hanya dalam jumlah kecil karena memiliki fungsi khusus dan tidak dapat digantikan.

Seseorang yang kekurangan vitamin dapat menderita difisiensi atau avitaminosis (menderita penyakit skorbut, pendarahan kulit, kerusakan sendi). Sedangkan kelebihan suatu jenis vitamin disebut hipervitaminosis.

Hingga saat ini belum semua jenis avitaminosis dapat diketahui. Pada umumnya seseorang menderita avitaminosis karena cara pengolahan makanan yang dapat mengurangi atau merusak vitamin. Buah dan sayuran segar sangat membantu penyediaan vitamin.

Dalam bahan pangan vitamin hanya terdapat dalam jumlah yang relative sangat kecil dan terdapat dalam bentuk yang berbeda-beda. Vitamin tersebut pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua golongan utama yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.

Golongan pertama oleh Kodicek (1971) disebut prakoenzim (procoenzyme) dan bersifat larut dalam air. tidak disimpan oleh tubuh, tidak  beracun, dan diekskresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini adalah tiamin, riboflavin, asamnikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitamin B) dan vitamin C.

Golongan kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapat disimpan dalam tubuh. Apabila vitamin ini terlalu banyak dimakan akan tersimpan dalam tubuh dan memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis) yang juga membahayakan.

Oleh karena itu kebutuhan vitamin dalam tubuh harus terpenuhi dengan kata lain tidak kurang dan tidak lebih. Dalam aktivitas sehari-hari tubuh sangat memerlukan vitamin yang digunakan sebagai pengatur metabolisme dalam tubuh terutama vitamin C (asam askorbat).

Dalam makalah ini yang akan dibahas yaitu vitamin C, atau salah satu vitamin yang larut dalam air.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut :

  1. Apa pengertian dari vitamin C?
  2. Bagaimana sejarah ditemukannya vitamin C?
  3. Apa sifat yang terdapat pada vitamin C?
  4. Bagaimana proses metabolisme vitamin C dalam tubuh?
  5. Apa fungsi dari mengkonsumsi vitamin C?
  6. Apa saja sumber vitamin C?
  7. Apa akibat kekurangan vitamin C?
  8. Apa akibat kelebihan vitamin C?

C. TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari pembuatan makalah ini sebagai berikut :

  1. Dapat mengetahui definisi vitamin C
  2. Dapat mengetahui sejarah ditemukannya vitamin C.
  3. Dapat mengetahui sifat-sifat dari vitamin C.
  4. Dapat mengetahui proses metabolisme vitamin C dalam tubuh.
  5. Dapat mengetahui fungsi vitamin C.
  6. Dapat mengetahui sumber-sumber vitamin C.
  7. Dapat mengetahui akibat kekurangan vitamin C.
  8. Dapat mengetahui akibat kelebihan vitamin C.

PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN

Vitamin C adalah asam organik yang terasa asam, berbentuk kristal putih, akan lebih tahan terhadap panas lama, stabil dalam bentuk kering tetapi mudah teroksidasi dalam keadaan larutan dan basa.

B. SEJARAH

Penyakit scurvy telah dikenal sejak abad ke-15 yaitu penyakit yang banyak diderita oleh pelaut yang berlayar selama berbulan-bulan serta bertahan dengan makanan yang dikeringkan dan biskuit. Penyakit ini menyebabkan pucat, rasa lelah berkepanjangan diikuti oleh perdarahan gusi, perdarahan di bawah kulit, edema, tukak, dan pada akhirnya kematian.

Tahun 1750, Lind seorang dokter dari skotlandia menemukan bahwa scurvy dapat dicegah dan diobati dengan memakan jeruk.

Tahun 1795. Admiral Inggris, menetapkan bahwa jeruk segar sebuah per hari harus diberikan pada para pelaut yang berlayar dari Angkatan Laut Inggris.

Tahun 1865. Kamar Dagang Inggris, memberlakukan wajib untuk mengkonsumsi jeruk segar bagi pelaut dari kapal dagang.

Tahun 1932, Szent-Gyorgyi dan C. Glenn King berhasil mengisolasi zat antiskorbut dari jaringan adrenal, jeruk, dan kol yang dinamakan vitamin C. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Zat ini kemudian berhasil disintesis pada tahun 1933 oleh Haworth dan Hirst sebagai asam askorbat.

Tahun 1536, Jacques Cartier dari Quebec City, Kanada. Menemukan cara untuk menyembuhkan sariawan dengan teh yang dibuat dari daun-daunan dan belakangan diketahui daun-daunan tersebut kaya akan vitamin C.

Tahun 1911. Teori tentang vitamin, dipublikasikan oleh ahli biokimia Polandia tentang 4 senyawa dalam makanan alami yang bermanfaat untuk mencegah beri-beri, ricket, pellagra, dan skorbut.

Tahun 1918. E.V.Mc.Collum, seorang warga Amerika memulai pembauran sistem penamaan vitamin, yakni “komponen A yang larut dalam lemak”.

C. SIFAT

ü  Vitamin C adalah kristal putih yang mudah larut dalam air.

ü  Dalam keadaan kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadaan larut.

ü  Mudah rusak karena berseuntuhan dengan udara (oksidasi) terutama bila terkena panas.

ü  Oksidasi dipercepat dengan kehadiran tembaga dan besi.

ü  Tidak stabil dalam larutan alkali, tetapi cukup stabil dalam larutan asam.

ü  Vitamin yang paling labil.

ü  Berat molekul 150.000.

ü  Ko-enzim mengandung 6 atom tembaga untuk setiap molekul protein.

ü  Berperan dalam batas yang luas dari pH 4-7, tetapi pengaruh maksimal adalah antara pH 5,6 – 6,0 dan jika pH diturunkan 2,0 maka enzim menjadi inaktif.

D. METABOLISME

Vitamin C mudah diabsorpsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Rata-rata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi diantara 20 dan 120 mg sehari. Konsumsi tinggi sampai 12 gram (sebagai pil) hanya diabsorpsi sebagai 16%. Vitamin C kemudian dibawa ke semua jaringan. Konsentrasi tertinggi adalah di dalam jaringan adrenal, pituitari dan retina.

Tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C bila konsumsi mencapai 100 mg sehari. Jumlah ini dapat mencegah terjadinya skorbut selama tiga bulan. Tanda-tanda skorbut akan terjadi bila persediaan tinggal 300 mg. Konsumsi melebihi taraf kejenuhan berbagaija ringan dikeluarkan melalui urin dalam bentuk asam oksalat. Pada konsumsi melebihi 100 mg sehari kelebihan akan dikeluarkan sebagai asam askorbat  atau sebagai karbon dioksida melalui pernapasan. Walaupun tubuh mengandung sedikit vitamin C, sebagian tetap akan dikeluarkan. Makanan yang tinggi dalam senga atau pektin dapat mengurangi absorpsi sedangkan zat-zar di dalam ekstark jeruk dapat meningkatkan absorpsi.

Status vitamin C tubuh ditetapkan melalui tanda-tanda klinik dan pengukuran kadar vitamin C di dalam darah. Tanda-tanda klinik antara lain, perdarahan gusi dan perdarahan kapiler di bawah kulit. Tanda dini kekurangan vitamin C dapat diketahui bila kadar vitamin C darah di bawah 0,20 mg/dl.

E. FUNGSI

Vitamin C mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh sebagai koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat  kemampuan reduksinya dan bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi. Beberapa turunan vitamin C ( seperti asam eritrobik dan askorbik palmitat) digunakan sebagai antioksidan, di dalam industri pangan untuk mencegah proses menjadit engik, perubahan warna ( browning) pada buah-buahan dan untuk mengawetkan daging.

Banyak proses metabolisme dipengaruhi oleh asam askorbat, namun mekanismenya belum diketahui dengan pasti.

  1. Sintesis kolagen
  2. Sintesis karnitin, Serotonin, dll
  3. Absorpsi dan metabolisme besi
  4. Absorpsi kalsium
  5. Mencegah infeksi
  6. Mempertahankan permeabilitas kapiler darah
  7. Mencegah timbulnya hipertensi
  8. Mencegah kanker dan penyakit jantung

F. SUMBER

Sayur-sayuran yang Mengandung Vitamin C

Ada brokoli, kembang kol, kubis, dan paprika merah. Seperti paprika merah yaitu tanaman sejenis cabai yang mana dulunya ditanam di Amerika. Buahnya yang besar dan warnanya tidak hanya merah, ada hijau dan kuning juga (seperti cabai). Ada yang mengatakan tanaman ini pedas, ada yang tidak tetapi manis. Buah ini bisa dibudidaya dimanapun. Bahkan kandungannya 100 gram paprika merah terkandung 190 miligram vitamin C. Kubis sendiri yaitu sayuran daun yang berbentuk bola. Kubis ini sendiri ditanam di Eropa pertama kali. Kubis sendiri ada 3 macam yang berwarna hijau pucat, hijau segar, dan keunguan. Dan banyak dibudidaya di daerah perbukitan atau pegunungan. Karena jika ditanam di dataran rendah, daun kubis tidak dapat berkembang maksimal dan mudah terserang penyakit.

Kubis sendiri dapat mencegah sariawan karena kandungan vitamin C dalam kubis 100 gram adalah 161 miligram vitamin C. Lalu ada juga brokoli yaitu tanaman sayuran yang termasuk kubis-kubisan dan sudah sejak lama di daerah laut Tengah dan masuk ke Indonesia setelah masa penjajahan. Brokoli ini murni hidup di cuaca yang dingin. Kemudian warnanya hanya satu yaitu hijau dan mirip dengan bunga kol. Brokoli yang baik dalam satu sajian sekitar 140 gram brokoli mengandung sekitar 130 miligram vitamin C. Nah, sekarang sudah paham kan sayuran apa saja yang mengandung vitamin C, sehingga kebutuhan vitamin C alami anda tidak hanya dari buah jeruk saja.

Buah-buahan yang Kaya Vitamin C

Buah yang banyak dengan vitamin C antara lain pepaya, stroberi, jeruk dan kiwi. Yang biasanya lebih dikenal memang buah jeruk yang mengandung vitamin C. Buah jeruk mengandung vitamin C 50 miligram setiap 100 gram buah jeruk. Jeruk pun banyak macamnya. Jeruk sendiri sudah lama tumbuh di Indonesia. Seperti jeruk bali, jeruk purut, dan jeruk nipis merupakan buah yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Sedangkan pepaya yaitu tanaman buah yang berasal dari Negara Meksiko yang sekarang sudah banyak ditanam di Indonesia. Pepaya adalah tanaman buah berumah tunggal sehingga ada tanaman yang jantan dan ada yang betina. Sedangkan yang betina lah yang menghasilkan buah. Dalam 100 gram buah pepaya mengandung 62 miligram vitamin C.

Buah selanjutnya yaitu stroberi. Buah ini paling banyak di hasilkan di Amerika serikat dan merupakan buah komoditi ekspor yang menguntungkan bagi Negara Amerika. Karena pertumbuhan ekspornya terus naik dari tahun ke tahun. Di Indonesia, buah ini sering dijumpai di daerah yang bersuhu dingin seperti di perbukitan jawab barat atau jawa timur. Kandungan vitamin C setiap 100 gram buah stroberi adalah 82 miligram. Terakhir buak kiwi. Buah ini dulunya bukan kiwi seperti sekarang tapi gosberi cina. Tapi karena banyak ditanam di Selandia Baru maka buah ini diganti namanya menjadi kiwi. Penamaannya diambil dari burung yang tidak bisa terbang yaitu kiwi. Jika dilihat buah kiwilah yang mengandung vitamin C lebih banyak dari buah jeruk. Untuk setiap 100 gram buah kiwi mengandung 100 miligram vitamin C.

Sumber Hewani Vitamin C

Tidak hanya pada buah dan sayuran, pada sumber makanan hewan pun terdapat vitamin C. Untuk hati ayam setiap 100 gram terkandung vitamin C sebanyak 33,8 miligram. Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang sumber hewani ini yang mengandung vitamin C. Malah ada beberapa sumber artikel yang mengatakan untuk mengkonsumsi vitamin C beriringan dalam konsumsi daging-dagingan. Sehingga jumlah zat besi yang diserap dalam tubuh bisa maksimal.

Sumber Makanan Lain yang Banyak Mengandung Vitamin C

Buah yang masih mengandung vitamin C yang belum tercantum yaitu jambu biji, kelengkeng, melon, anggur, mangga, nanas, pisang dan alpukat. Kalau sayuran yang mengandung vitamin C selain yang telah disebutkan diatas seperti cabai rawit, bayam mentah, sawi, seledri dan mentimum. Seperti susu sapi juga mengandung vitamin C. Atau produk olahan lainnya seperti minuman bervitamin C dengan rasa buah-buahan atau susu olahan dengan rasa buah-buahan juga mengandung vitamin C.

 

Tabel Nilai vitamin C berbagai bahan makanan (mg/100 gram)

Bahan makanan

Mg

Bahan makanan

Mg

Daun singkong

275

Jambu monyet buah

197

Daun katuk

200

Gandaria (masak)

110

Daun melinjo

150

Jambu biji

95

Daun pepaya

140

Pepaya

78

Sawi

102

Mangga muda

65

Kol

50

Mangga masak pohon

41

Kol kembangbayam

65

Durian

53

Bayam

60

Kedondong (masak)

50

Kemangi

50

Jeruk manis

49

Tomat masak

40

Jeruk nipis

27

Kangkung

30

Nanas

24

Ketela pohon kuning

30

Rambutan

58

G. AKIBAT KEKURANGAN

Skorbut dalam bentuk berat sekarang jarang terjadi, karena sudah diketahui cara mencegah dan mengobatinya. Tanda-tanda awal antara lelah, lemah, napas pendek, kejang otot, tulang, otot dan persendian sakit serta kurang nafsu makan, kulit menjadi kering, kasar dan gatal, warna merah kebiruan dibawah kulit, perdarahan gusi, kedudukan gigi menjadi longgar, mulut dan mata kering dan rambut rontok. Di samping itu luka sukar sembuh, terjadi anemia, kadang-kadang jumlah sel darah putih menurun, serta depresi dan timbul gangguan saraf. Gangguan saraf dapat terjadi berupa histeria, depresi diikuti oleh gangguan psikomotor. Gejala skorbut akan terlihat bila taraf asam askorbat dalam seru, turun di bawah 0,20 mg/dl.

Anemia

Panyakit ini memiliki gejala kurang energi, lemas, mudah mengantuk, dan pada kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan nafas tersengal-sengal kemudian pingsan. Anemia sendiri adalah penyakit dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Sel darah merah dihitung dalam jumlah hemogoblin. Biasanya juga terjadi pada wanita saat menstruasi atau masa kehamilan. Untuk menanganinya biasanya mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi. Dengan mengkonsumsi juga vitamin C untuk dapat mempermudah penyerapan zat besi tersebut. Konsumsi zat besi bisa pada ikan, daging dan sayur-sayuran. Hindari juga ketergantungan pada obat atau menghentikannya dulu sampai sel darah merah Anda kembali ke jumlah semula.

Kulit Kering, Kasar dan Bersisik

Kulit kering juga bisa terjadi akibat dari kekurangan vitamin C pada tubuh. Pada saat kulit kering, tentu tubuh dalam keadaan tidak fit atau lelah. Misalnya saja saat mencoba menggarukkan kuku Anda ke kulit maka dengan jelas ada guratan putih, maka kulit anda menandakan kulit yang kering. Banyak cara untuk menganggulangi kulit kering ini. Atau pada sela – sela jari kaki terlihat banyak kerutan seperti keriput maka sangat mungkin anda sendang kekurangan vitamin C. Sebabnya banyak, bisa jadi terpapar sinar matahari terlalu lama juga bisa mengakibatkan kulit kering. Lalu atasilah dengan mengkonsumsi vitamin C secara harian.

Haemorhages

Pendarahan ini biasanya pada pendarahan kelopak mata, selaput jala mata, dan memungkinkan untuk mengakibatkan katarak. Saat kekurangan vitamin C maka pembuluh darah yang berada pada sekitar mata akan sulit melunak sehingga terjadi pendarahan dalam. Vitamin C inilah yang berfungsi dalam melunakkan pembuluh darah, serta memelihara sel-sel yang ada. Serta melindungi mata pada oksidasi yang ada sehingga mata tidak mudah mengalami penyakit pendarahan internal. Mengkonsumsi vitamin C harian mampu mencegah dari pendarahan internal ini.

    

Gingivitis

Biasanya radang gusi bermula dari plak yang mengendap dan menjadi karang gigi. Akibat dari penggunaan benang permbersih gigi. Kemudian karang gigi tersebut mengakibatkan gusi berdarah. Selain itu, kekurangan vitamin C menyebabkan gusi mudah berdarah sehingga peradangan pun terjadi. Gusi meradang yaitu gusi akan tampak lebih merah dari yang gusi lain, gusi akan tampak bengkak dan jika disentuh mudah digerakkan, lalu merasa nyeri dan gusi mulai berdarah. Konsumsi vitamin C untuk menanggulangi adanya radang gusi ini.

Tulang Menjadi Kurang Stabil

Kurangnya konsumsi vitamin C juga dapat mengakibatkan perubahan pada tulang rawan yang mendukung tulang biasa. Walaupun sebenarnya mengkonsumsi kalsium juga mampu dalam pembentukan tulang menjadi stabil namun kekurangan vitamin C dapat mempengaruhi penyakit-penyakit yang menyerang tulang. Dengan kurangnya vitamin C maka hubungan antar jaringan tubuh terutama antar tulang terganggu. Di sini tulang rawan dan tulang biasa hubungannya akan terganggu. Sehingga pemberian vitamin C tetap harus dilakukan untuk mencegah tulang menjadi kurang stabil.

Kerusakan pada J. Jantung

Jantung juga menjadi lebih kuat dengan mengkonsumsi rutin vitamin C ini. Saat konsumsi vitamin C berkurang, maka susunan sel pada pembuluh darah pun rusak, kerusakan pun akhirnya terjadi pada dinding-dinging jantung. Sel yang rusak akan diisi oleh kolesterol dan penyakit jantung pun bisa terjadi dengan banyaknya kolesterol yang terisi pada sel yang rusak ini. Sehingga otot jantung pun melemah. Mengkonsumsi vitamin C inilah yang akan menyehatkan otot jantung yang terdiri dari jaringan pembuluh darah dan memacu kolesterol yang dibuang melalui asam empedu.

   

Penurunan Sistem Imun

Sistem imun manusia juga dapat menurun. Seperti pada artikel tentang vitamin C yang telah dibuat sebelumnya, dimana kekurangan vitamin C dapat menurunkan sistem imunitas tubuh. Sehingga infeksi terhadap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh tidak mampu ditangkal. Seperti seseorang terkena flu adalah bentuk tubuh tidak mampu melawan infeksi dari luar tubuh. Konsumsilah vitamin C agar kemampuan imunitas tubuh tidak lagi menurun akibat rutinitas yang sibuk dan padat.

    

Penurunan Penyembuhan Luka

Vitamin C ini berperan dalam pembentukan kolagen. Kolagen inilah yang merupakan serabut kuat yang dibutuhkan di setiap tubuh. Jaringan kolagen inilah yang membantu tubuh dalam penyembuhan luka. Karena kolagen juga terdapat di pembuluh darah. Cegah penurunan tingkat penyembuhan luka tentu dengan konsumsi vitamin C. Belum kami bahas disini berapa yang dibutuhkan tubuh untuk vitamin C ini. Untuk kebutuhan vitamin C harian Anda sekitar 60 mcg perhari. Pada buah jeruk 100 gram terkandung sekitar 40 mcg vitamin C. Jika Anda ingin mengkonsumsi secara instan, Anda bisa mengkonsumsinya dengan menggunakan suplemen vitamin C.

H. AKIBAT KELEBIHAN

Kelebihan vitamin C berasal dari makanan tidak menimbulkan gejala. Tetapi konsumsi vitamin C berupa suplemen secara berlebihan tiap hari dapat menimbulkan hiperoksaluria dan risiko lebih tinggi terhadap batu ginjal. Dengan konsumsi 5-10 gram vitamin C baru sedikit asam askorbat dikeluarkan melalui urin. Risiko batu oksalat dengan suplemen vitamin C dosis tinggi dengan demikian rendah, akan tetapi hal ini dapt menjadi berarti pada seseorang yang mempunyai kecendrunga untuk pembentukan batu ginjal.

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah mengenai vitamin C ini adalah

vitamin C ditemukan oleh Albert Szent-Györgyi pada tahun 1932. Merupakan vitamin yang larut dalam air dan paling labil yang berfungsi sebagai antioksidan. Konsentrasi tertinggi vitamin ini berada di dalam jaringan adrenal, pituitari dan retina. Sumber dari vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, stroberi dll. Akibat yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin ini adalah penyakit skorbut dan jika kelebihan mengkonsumsi suplemen vitamin C akan menderita penyakit batu ginjal.

B. SARAN

Setelah membaca makalah ini, pembaca diharapkan dapat menjaga keseimbangan dalam dalam mengkonsumsi vitamin C, jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s